Lora Shofwan Sebut NU Kritis Menjelang Muktamar, Para Preman Berkuasa

4 hours ago 13

Lora Shofwan Sebut NU Kritis Menjelang Muktamar, Para Preman Berkuasa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Muhammad Shofwan Taj, dikenal Lora Shofwan. Foto: source for JPNN

jpnn.com - KEDIRI - Pengasuh Pondok Pesantren Sembilangan, Bangkalan, KH Muhammad Shofwan Taj atau biasa dikenal dengan Lora Shofwan, menilai Nahdlatul Ulama saat ini dalam kondisi kritis.

“Salah satunya terlihat saat sidang pleno III konbes dan munas NU di Ploso. Para preman bermanuver di hadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional,” kata Lora Shofwan.

Menurutnya, banyak preman yang beraktivitas di dalam jam’iyyah (organisasi). Preman itu adalah mereka yang merasa bebas di dalam struktur NU, tidak ingin terikat pada norma dan etika jam’iyyah, memaksakan kepentingannya dengan intimidasi dan ancaman.

“Tidak hanya yang muda-muda, yang tua pun bertindak, sama. Padahal, mereka tokoh di lingkungan NU, dan memiliki pengikut tidak sedikit. Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU,” tutur Lora Shofwan.

Dia menjelaskan, fenomena selama konbes dan munas menjadi cermin pragmatisme dan kapitalisasi jam’iyyah sudah menjangkiti secara akut pada struktur dan kader organisasi. Dan, kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren di tengah-tengah mereka tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan kompas moral berjam’iyyah.

“Kalau sudah seperti ini, ingat, Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas di dalam jam’iyyah,” ujar Lora Shofwan.

Dia menilai kerusakan jam’iyyah NU dimulai dari kepentingan ingin berkuasa di dalam NU. 

"Para pemimpin NU makin jauh untuk bisa menghadirkan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. NU sekarang bukan lagi sebagai rumah besar untuk berteduh semua warganya dan masyarakat. Namun, dikuasai preman-preman yang ingin mendapat keuntungan pribadi dan kelompok dengan menunggangi kebesaran NU,” katanya.

Sepanjang pengurus PBNU menjadi pejabat politik atau mendapat posisi di kekuasaan, maka...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |