jpnn.com, JAKARTA - Setelah lima tahun, band post-punk, Temarram akhirnya merilis album penuh perdana yang bertajuk Antara Angkara.
Band beranggotakan Regga Prakarso (gitar/ programmed synthesizer), Sherina Redjo (vokal), serta Tanthowi (bass) itu menghadirkan 8 lagu dalam album tersebut.
Temarram lewat Antara Angkara membawa pendengar memasuki lorong keruntuhan diri, tempat kehidupan memaksa manusia bersimpuh, dan meratap serpihan yang tertinggal: kehidupan, ketiadaan, harapan, serta penyesalan.
Perjalanan menuju album itu sebelumnya sudah dibuka melalui perilisan single Pusara pada 2025 lalu.
Dalam album Antara Angkara, Temarram mencoba membuka kemungkinan baru melalui kolaborasi bersama Pandu Fuzztoni, Otong Koil, dan Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass.
Perjalanan dalam Antara Angkara dimulai melalui Dan Kau Terlunta, yang menggambarkan penyesalan atas ambisi yang perlahan menghancurkan kehidupan.
Mimpi-mimpi yang terpaksa dirampas oleh rutinitas dituangkan dalam Reruntuh, sementara Aksioma (feat. Gerry Laini Fauzi) menyuarakan amarah dari sebuah hubungan dan perpisahan.
Melalui Pusara, perjalanan tersebut berbalik menjadi kesadaran bahwa kita memasung diri pada petaka yang kita ciptakan. Perenungan berlanjut melalui Tak Tergenggam, yang berbicara tentang kehidupan hanya dapat dimiliki sebagian orang.

















































