jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota menyoroti komentar Novel Baswedan terkait film dokumenter "Pesta Babi".
Menurutnya, komentar tersebut berpotensi membangun persepsi negatif dan memperkeruh kondisi sosial di Indonesia Timur, khususnya Papua.
Manche, sapaan akrab Emanuel, mengaku bingung dengan cara pandang Novel Baswedan yang dinilai terlalu mudah menarik kesimpulan besar, doal Papua hanya berdasarkan sudut pandang film dokumenter tersebut.
"Dia mestinya memahami bahwa Papua adalah wilayah yang sensitif dan membutuhkan kehati-hatian dalam menyampaikan opini."
"Jangan sampai komentar terhadap film Pesta Babi justru membentuk stigma baru dan memperkeruh keadaan," kata Emanuel dalam keterangannya, Senin (11/5).
Menurut Manche, komentar Novel yang menyoroti dugaan eksploitasi konflik, pengungsian, hingga eskalasi keamanan berpotensi menggiring opini publik seolah-olah Papua hanya dipenuhi ketakutan, konflik, dan kekerasan.
"Padahal masyarakat Papua hari ini sedang berjuang menjaga kedamaian, membangun ekonomi kampung, pendidikan anak-anak, dan memperkuat kehidupan adat," ujarnya.
Manche menilai sebuah film dokumenter tidak bisa dijadikan satu-satunya rujukan untuk menggambarkan kompleksitas Papua secara keseluruhan.











































