jpnn.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpusat, karena kabut asap yang muncul sudah mengancam keselamatan masyarakat.
“Penanganan karhutla harus satu kendali yang prosesnya harus memadukan langkah-langkah pemadaman api, perlindungan kesehatan masyarakat, penyelenggaraan pendidikan, dan dukungan kepada keluarga terdampak,” kata Puan kepada awak media, Jumat (4/9).
Sebab, kata mantan Menko PMK itu, karhutla bukan sekadar tentang persoalan lingkungan semata, karena saat ini sudah berkaitan dengan kesejahteraan.
“Asap yang muncul dari Karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, bahkan berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah,” ucap Puan.
Diketahui, karhutla di Kalimantan dan Sumatera sudah menimbulkan kabut asap pekat dan mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Hingga awal September ini, situasi karhutla di Indonesia makin meluas dan membesar akibat musim kemarau ekstrem yang diperparah fenomena El Nino.
Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) sudah menjadi zona merah dengan ribuan titik panas (hotspot).
Puan menekankan karhutla ke depan perlu ditangani secara lintas koordinasi. Baik dari pemerintah daerah maupun kementerian atau lembaga terkait.

















































