Kabar WNI Gabung Tentara Rusia, Pemerintah Diminta Cek Fakta Sebelum Bicara Hukuman

2 weeks ago 38

Kabar WNI Gabung Tentara Rusia, Pemerintah Diminta Cek Fakta Sebelum Bicara Hukuman

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I Sukamta menyebutkan pemerintah Indonesia harus memperjelas duduk perkara dari kabar delapan WNI disebut bergabung ke militer Rusia. 

“Jadi, urutannya sederhana. Perjelas dulu duduk beritanya," kata dia kepada awak media, Jumat (4/8).

Sukamta mengatakan semua pihak seharusnya tak berbicara isu terlalu jauh seperti konsekuensi hukum sebelum kabar WNI bergabung jadi tentara Rusia benar-benar terkonfirmasi.

"Pastikan faktanya. Setelah itu baru bicara mengenai tindakan pemerintah dan konsekuensi hukumnya,” kata alumnus Universitas Salford, Inggris Raya itu.

Dia mengingatkan Indonesia untuk tidak masuk ke dalam perdebatan narasi antara Rusia dan Ukraina terkait kabar delapan WNI. 

Sukamta mengatakan Indonesia harus menjaga kepentingan nasional menyikapi kabar delapan WNI gabung tentara Rusia.

"Kita tidak sedang dalam posisi membela narasi Rusia atau Ukraina, yang saat ini diperlukan itu fakta. Kalau menyangkut WNI, lindungi warga kita," ujar dia.

Dia mengatakan setelah fakta diketahui dan ditemukan bukti WNI bergabung militer asing, penyelidikan tidak boleh berhenti ke orang yang sudah diketahui.

Wakil Ketua Komisi I Sukamta mengatakan Indonesia harus menjaga kepentingan nasional menyikapi kabar delapan WNI gabung tentara Rusia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |