jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah pakar arsitektur membawa menyoroti inovasi desain di masa depan tidak hanya tentang estetika visual, tetapi merespons keberlanjutan.
Isu itu merupakan fokus dalam rangkaian pembukaan pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award (ISAA) 2026.
Dalam diskusi pakar bertajuk "Innovation and Sustainability with Coated Steel" di ARCH:ID 2026, Ar. Doti Windajani, IAI, AA, Juri ISAA 2026, menyoroti pentingnya arsitek memahami Life Cycle Assessment (LCA).
Sebab, pemilihan material seperti baja lapis (coated steel) dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas lingkungan perkotaan melalui pendekatan Life Cycle Thinking.
Menurutnya, baja adalah material berkelanjutan karena dapat didaur ulang 100% dan berperan penting dalam sirkulasi ekonomi urban.
“Pemilihan material fasad yang tepat sangat krusial bagi perbaikan kualitas perkotaan, terutama dalam mengurangi emisi karbon dan efek Urban Heat Island,” ungkap Ar. Doti.
Finalis Steel Architectural Award 2024 Ir. Budi Sumaatmadja, IAI, AA menambahkan desain yang kuat lahir dari kemampuan merespons realitas proyek secara utuh.
Melalui proyek Summarecon Mall Bekasi 2, Budi mengeksplorasi metal roofing untuk menciptakan bentuk atap dinamis yang menyerupai ikan koi sekaligus berfungsi sebagai ruang publik.











































