Iran Merasa Diperlakukan Berbeda di Piala Dunia 2026

8 hours ago 15

Iran Merasa Diperlakukan Berbeda di Piala Dunia 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Foto: AFP/PATRICK T. FALLON.

jpnn.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan keluhan dari kubu Timnas Iran.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei bahkan menyebut anak asuhnya sebagai tim yang paling menderita selama turnamen berlangsung.

Pernyataan itu muncul setelah Iran ditahan imbang Selandia Baru 2-2 pada laga Grup G, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.

Bukan hasil pertandingan yang membuat Ghalenoei kecewa. Pelatih berusia 62 tahun itu justru menyoroti perlakuan yang diterima timnya di luar lapangan.

Iran diketahui menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai markas selama Piala Dunia 2026. Seusai menjalani pertandingan di Amerika Serikat, mereka berharap bisa bermalam terlebih dahulu sebelum kembali ke kamp.

Namun, rencana tersebut tidak terwujud.

Menurut Ghalenoei, pihaknya mendapat instruksi untuk segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat setelah pertandingan berakhir.

"Begitu pertandingan selesai, kami langsung diminta meninggalkan Amerika Serikat tanpa diberi waktu istirahat," ucap sang entrenador.

Piala Dunia 2026 menghadirkan keluhan dari kubu Timnas Iran. Ada apa? Simak ceritanya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |