Investor Fokus pada Selat Hormuz, Rupiah Makin Anjlok

3 days ago 33

Investor Fokus pada Selat Hormuz, Rupiah Makin Anjlok

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nilai tukar rupiah terhadap USD melemah. Foto/ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp 17.414 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.382 per USD.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan rupiah dipengaruhi penolakan Iran terhadap proposal perdamaian oleh AS

“Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS sama sekali tidak dapat diterima, sehingga meningkatkan risiko geopolitik,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ibrahim memaparkan komentar tersebut dinilai meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk.

Proposal AS yang ditawarkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.

Sebaliknya, Iran menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.

Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang sangat diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.

“Investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik,” ujar Ibrahim.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp 17.414 per USD dari penutupan sebelumnya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |