Insentif Menyeluruh Diyakini Bisa Percepat Investasi Industri Kendaraan Listrik

5 hours ago 18

Insentif Menyeluruh Diyakini Bisa Percepat Investasi Industri Kendaraan Listrik

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pabrik mobil. Foto: ANTARA/HO-Nissan/am.

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu memperluas cakupan insentif kendaraan listrik agar tidak hanya mendorong penjualan, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri nasional.

Pengamat industri otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan insentif yang menyasar seluruh ekosistem kendaraan listrik, mulai dari perakitan hingga industri komponen tier 1 sampai tier 4, berpotensi besar menarik investasi asing ke Indonesia.

Menurut Yannes, investor global umumnya melihat kekuatan ekosistem industri secara menyeluruh sebelum menanamkan modal.

"Insentif terhadap ekosistem EV secara lengkap memiliki potensi besar untuk mendorong investasi asing," ujar Yannes, Selasa.

Dia menjelaskan kebijakan insentif saat ini masih banyak difokuskan pada sektor perakitan kendaraan dan pemberian stimulus kepada konsumen.

Sementara itu, industri komponen belum mendapatkan dukungan yang cukup kuat.

Kondisi tersebut membuat dampak insentif terhadap investasi di sektor komponen kendaraan listrik masih relatif terbatas.

Apalagi, pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) selama beberapa tahun terakhir, masih banyak ditopang produk impor utuh atau completely built up (CBU).

Pemerintah dinilai perlu memperluas insentif kendaraan listrik agar tidak hanya mendorong penjualan, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri nasional

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |