jpnn.com - JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli merasa aneh melihat pelarangan menonton bareng atau nobar film Pesta Babi yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono.
Dia mempertanyakan soal sosok yang terusik ketika film Pesta Babi diputar luas di publik, sehingga muncul pelarangan nobar.
"Aneh. Ada yang takut kepada film. Ada yang terancam. Siapa dan mengapa," kata Guntur melalui X, dikutip Senin (11/5).
Dia menuturkan Pesta Babi sebuah film dokumenter dan bukan karya porno yang tak boleh dilarang diputar.
"Bukan film porno. Film itu juga bukan film fiksi atau karangan sutradara," kata Guntur.
Dia menuturkan Pesta Babi ialah film yang merekam tangis masyarakat adat di Papua tersisih akibat pembabatan hutan.
"Ini adalah realitas yang berdarah-darah di tanah Papua. Mengapa kebenaran justru dianggap ancaman," katanya.
Belakangan terjadi pelarangan nobar Pesta Babi di beberapa tempat. Semisal, terjadi saat mahasiswa hendak menyaksikan bersama film itu di Universitas Mataram (Unram) pada 7 Mei 2026.











































