jpnn.com, JAKARTA - Penyanyi Fanny Soegi bersiap merilis sebuah single terbaru yang bertajuk Palum.
Lagu tersebut mengangkat tema tentang rasa syukur dan penerimaan dalam menjalani hidup, yang dibalut dengan pendekatan musikal yang baru.
Palum akan cukup berbeda dari karya-karya Fanny Soegi sebelumnya. Sebab, dia menghadirkan sejumlah pendekatan baru.
Pada lagu tersebut, tanpa menghilangkan identitas berbahasa, Fanny Soegi menggunakan pilihan bahasa yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan tidak terlalu kental dengan nuansa sanskerta.
Selain itu, dari sisi instrumentasi, single Palum juga menandai eksplorasi baru karena menghadirkan susunan instrumen yang lebih lengkap dibandingkan lagu-lagu yang pernah diilis sebelumnya.
Palum sekaligus menjadi lagu perdana Fanny Soegi yang diproduksi di Jakarta. Dia dibantu Lafa Pratomo, produser yang membantu menjadikan lagu itu sebagai penanda fase baru dalam perjalanan artistik.
Dalam lagu itu, Fanny Soegi merepresentasikan transformasi dirinya yang lebih reflektif dan telah berdamai dengan perjalanan hidupnya.
Proses produksi di Jakarta juga memberinya ruang untuk mengeksplorasi pendekatan musikal yang lebih personal, menjadikan karya ini bukan sekadar lagu, tetapi simbol pertumbuhan dan penerimaan diri.











































