jateng.jpnn.com, CILACAP - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat (13/3) menggegerkan lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam operasi tersebut, KPK tidak hanya mengamankan bupati, tetapi juga sejumlah pejabat daerah yang kemudian menjalani pemeriksaan awal di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto.
Diperiksa di Polresta Banyumas
Melansir dari Antaranews, sebuah bus pariwisata yang membawa Syamsul bersama sejumlah pejabat Pemkab Cilacap tiba di Markas Polresta Banyumas sekitar pukul 16.15 WIB. Kendaraan tersebut langsung masuk ke area Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk pemeriksaan awal oleh tim penyidik KPK.
Salah seorang anggota kepolisian di lokasi menjelaskan bahwa penggunaan fasilitas kepolisian daerah merupakan prosedur yang lazim dilakukan dalam operasi tangkap tangan.
“Biasanya kalau KPK melakukan operasi, salah satu tempat akan meminjam fasilitas kepolisian di kabupaten atau kota terdekat untuk melakukan pemeriksaan awal,” kata personel tersebut.
Di dalam gedung Satreskrim, para pejabat Pemkab Cilacap menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Sekitar pukul 17.05 WIB, Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono terlihat keluar dari gedung untuk menunaikan salat Ashar di Masjid Polresta Banyumas.
Namun, ketika dicegat wartawan, Sadmoko memilih tidak memberikan penjelasan terkait operasi tangkap tangan yang menjerat atasannya.






































