Ekonom Sebut APBN Mampu Tanggung Cicilan Whoosh, Nilai Beban Rp 1 Triliun Masih Kecil

1 week ago 49

Ekonom Sebut APBN Mampu Tanggung Cicilan Whoosh, Nilai Beban Rp 1 Triliun Masih Kecil

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kereta Cepat Whoosh. Foto: dok. PT KCIC

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memiliki ruang untuk menanggung kewajiban tahunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

“Whoosh tidak serta-merta membuat APBN berada dalam tekanan besar pada tahun berjalan. Beban sekitar Rp 1 triliun per tahun masih relatif kecil dibandingkan skala APBN,” kata Yusuf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Akan tetapi, Yusuf mengingatkan pemerintah perlu mewaspadai risiko fiskal jangka panjang yang dapat muncul dari skema tersebut.

Berdasarkan penjelasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, restrukturisasi utang proyek Whoosh nantinya menggunakan skema cicilan sekitar Rp 1 triliun per tahun dengan tenor hingga 80 tahun.

Yusuf menilai angsuran sekitar Rp 1 triliun per tahun relatif kecil dibandingkan total belanja negara 2026 yang mencapai sekitar Rp 3.843 triliun. Namun, ia menggarisbawahi, kemampuan membayar cicilan bukan satu-satunya ukuran risiko.

Menurut dia, perpanjangan tenor utang hingga sekitar 80 tahun memang dapat menekan beban pembayaran tahunan, tetapi pokok dan bunga tetap harus dibayar dalam jangka panjang.

Selain itu, pinjaman dalam mata uang dolar AS membuat kewajiban rentan meningkat ketika rupiah melemah.

Yusuf juga berpendapat risiko juga tetap ada meski pengelolaan kewajiban dialihkan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Skema tersebut dinilai tidak serta-merta menghilangkan risiko negara karena tetap melibatkan modal dan dukungan pemerintah.

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet menilai APBN masih memiliki ruang untuk menanggung kewajiban tahunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |