jpnn.com, JAKARTA - Di salah satu sudut Masjid Raya Alkautsar, Benda Baru, Pamulang, suasana hangat terasa berbeda akhir pekan lalu.
Bukan cuma gema doa yang terdengar, melainkan juga jemari anak-anak muda yang sibuk menari di atas papan ketik laptop. Di sinilah babak baru itu dimulai.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo meluncurkan GPS Digital Academy & Innovation Center.
Sebuah langkah nyata untuk mencetak talenta muda yang tak cuma jago teknologi, tetapi juga kokoh secara moral.
Inisiatif lahir dari kolaborasi unik tiga pilar: pemerintah, kampus, dan komunitas keagamaan.
Menggandeng Institut Teknologi dan Sains (ITS) serta Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Diskominfo Tangsel ingin memastikan literasi digital bisa diakses siapa saja, bahkan dari serambi masjid.
"Kami ingin menjawab kebutuhan zaman. Kita butuh anak-anak muda yang paham teknologi, tapi tetap punya pijakan nilai agama yang kuat," ujar Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Sinergi itu mewujud nyata. Sejak pertengahan Agustus lalu, sebanyak 62 anak muda dari berbagai latar belakang sudah mulai mengasah keahlian mereka.

















































