jpnn.com, TOKYO - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mendesak Israel menahan diri dan menghentikan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon demi menjaga stabilitas kawasan.
Desakan itu disampaikan selama percakapan via telepon antara Motegi dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar.
Motegi juga mendesak Israel untuk mengambil tindakan "yang tepat" guna memastikan implementasi nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, yang ditujukan untuk mengakhiri perang, serta penyelesaian awal dari kesepakatan akhir terkait isu nuklir Teheran, menurut Kementerian tersebut.
Percakapan yang berlangsung sekitar 20 menit itu dilakukan ketika AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri permusuhan selama berbulan-bulan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan penting untuk transportasi energi global.
Israel, yang telah mengoordinasikan operasi militernya dengan AS, telah melakukan serangan terhadap Hizbullah yang didukung Iran.
Menurut kementerian itu, Motegi menyampaikan "keprihatinan serius" terhadap korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh serangan antara Israel dan Hizbullah.
Dia menambahkan bahwa Jepang akan memainkan peran proaktif dalam rekonstruksi Gaza yang porak-poranda akibat perang, dan menyatakan keprihatinan atas perluasan permukiman dan aksi kekerasan di Tepi Barat.
Dalam percakapan itu, dia mendesak Israel untuk mengambil "langkah cepat dan tepat," termasuk membekukan sepenuhnya semua kegiatan pemukiman, karena kegiatan tersebut dinilai melanggar hukum internasional.







































