jpnn.com, BANDUNG BARAT - Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis.
Petugas memfokuskan kegiatan di sektor A1, A2, dan B2.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan pada hari keenam operasi pencarian, tim tetap melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel akibat hujan, kabut, serta potensi longsor susulan.
“Kami melanjutkan pencarian hari keenam seperti hari sebelumnya. Tantangan utama masih kondisi cuaca, sempat cerah sebentar, lalu kembali gelap dan hujan,” katanya di Bandung, Kamis.
Dia menjelaskan selain pencarian manual, tim SAR juga mengerahkan anjing pelacak K-9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsor, khususnya di titik-titik dengan tingkat risiko tinggi.
Menurut Yudhi, upaya pencarian pada hari sebelumnya belum berjalan maksimal akibat cuaca ekstrem. Namun demikian, pihaknya berharap kondisi lapangan pada hari ini memungkinkan peningkatan hasil evakuasi dibandingkan hari sebelumnya.
Dalam operasi tersebut, SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 17 unit alat berat dan terus mengupayakan penambahan alat berat berkapasitas besar guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyampaikan hingga Rabu (28/1) 22.00 WIB, sebanyak 53 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, dengan 41 diantaranya telah berhasil diidentifikasi.













































