jpnn.com - JAKARTA - Polemik penetapan Bandar Lampung sebagai lokasi Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI makin memanas.
Setelah muncul keberatan dari Tim Pemenangan Afifuddin Kalla, kini hadir penolakan dari Tim Pemenangan Nasional Reynaldo Bryan.
Penolakan itu disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Ketua Steering Committee (SC) Munas XVIII BPP HIPMI.
Dokumen resmi itu ditandatangani oleh Vico Septiandy Taufik selaku Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Reynaldo Bryan.
Dalam surat tersebut, Tim Reynaldo Bryan menyatakan keberatan atas penetapan Bandar Lampung sebagai lokasi Munas dengan alasan adanya indikasi ketidaknetralan dalam proses dan penetapan lokasi.
"Kami dari Tim Pemenangan Reynaldo Bryan menyampaikan keberatan terhadap penetapan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah pelaksanaan MUNAS XVIII HIPMI," demikian bunyi penolakan dikutip JPNN.com, Rabu (13/5).
Tidak hanya menyoroti isu netralitas, tim Reynaldo Bryan juga mengangkat aspek kepatuhan organisasi dalam penetapan lokasi munas.
Mereka menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan aturan internal HIPMI, khususnya terkait mekanisme penetapan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional.











































