jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan pangan bukan sekadar kebutuhan untuk mengisi perut.
Menurut dia, pangan berkaitan erat dengan kedaulatan, kemerdekaan, dan masa depan sebuah bangsa.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menjadi pembicara dalam Book Lunch Pangan Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam diskusi yang dipandu Communication Strategist Prita Laura tersebut, Zulhas menjelaskan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia dalam membangun sistem pangan nasional.
Dia mengatakan persoalan pangan kerap luput dari perhatian karena masyarakat terbiasa mendapatkan makanan setiap hari.
“Pangan itu kita sudah terbiasa. Karena sudah setiap hari makan, kadang-kadang kita tidak mau tahu lebih lanjut. Padahal, hampir semua makanan yang kita makan memiliki persoalan strategis,” ujar Zulhas dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Jumat (4/9).
Menurut dia, kondisi pangan turut menggambarkan kekuatan suatu negara.
Negara yang ingin menjadi negara maju, kata Zulhas, harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara aman dan tidak terus bergantung kepada negara lain.

















































