jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebutkan pihaknya mengikuti keputusan pemerintah daerah (pemda) di Kalimantan dan Sumatera jika ingin meliburkan sementara sekolah selama wilayah mereka terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal demikian dikatakan dia saat menjawab pertanyaan awak media soal nasib pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) jika pemda meliburkan sekolah di wilayah mereka.
"Jadi, terkait karhutla di Kalimantan dan di Sumatera, intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah. Libur, tidak libur, itu kami ngikuti," kata Sudaryono ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9).
BGN, kata dia, tidak bakal mengintervensi kebijakan daerah yang ingin meliburkan sekolah akibat terdampak karhutla.
"Kami tidak pernah kemudian memaksa demi MBG, walaupun karhutla bukalah sekolah, enggak," ujar Mas Dar sapaan Sudaryono.
Dia menegaskan BGN akan menyesuaikan penyaluran MBG dengan mengikuti kebijakan pemda setempat yang terdampak karhutla.
"Kami intinya serahkan, ya, SMA itu di pemerintah gubernur, kemudian SD, SMP, kan, di bupati, kami serahkan. Begitu libur, kemudian MBG mengikuti," ujar Mas Dar.
Dia sendiri mendengar kabar siswa atau orang tua yang diminta mengambil MBG saat sekolah diliburkan akibat karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

















































