jpnn.com, KAZAKHSTAN - Indonesia terus aktif mendorong pembukaan akses dan peningkatan perdagangan dengan negara-negara di Kawasan EAEU.
Hal ini sejalan dengan telah disepakati dan ditanda tanganinya kesepakatan perdagangan melalui Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) pada 21 Desember 2025 yang lalu.
Kazakhstan sebagai salah satu negara terbesar ekonominya di Kawasan Asia Tengah menjadi tujuan utama untuk mendorong peningkatan perdagangan Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Kazakhstan Olzhas Bektenov di Government House Kazakhstan, Astana, Senin (11/5).
Pertemuan tersebut dilaksanakan di sela-sela rangkaian acara pertemuan ke-2 Sidang Komisi Bersama (SKB) RI–Kazakhstan, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi strategis kedua negara.
Pertemuan utamanya membahas penguatan kerja sama perdagangan dan ekonomi, hingga perluasan kemitraan di berbagai sektor prioritas.
Indonesia merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi Kazakhstan di Asia Tenggara, sementara Kazakhstan menjadi mitra strategis Indonesia di Asia Tengah dan pintu gerbang menuju pasar Eurasia.
Sebagai ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tengah dengan GDP mencapai sekitar USD 333,7 miliar dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen pada 2025, Kazakhstan dipandang sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Kawasan Eurasia, khususnya dalam penguatan perdagangan, investasi, konektivitas logistik, energi, mineral strategis, dan transformasi digital.











































