Belajar dari Brasil, Indonesia Bisa Bikin Plastik dengan Bahan Baku Biomassa

2 days ago 31

Selasa, 12 Mei 2026 – 08:05 WIB

Belajar dari Brasil, Indonesia Bisa Bikin Plastik dengan Bahan Baku Biomassa - JPNN.com Jogja

Kios penjual plastik di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta mengakui adanya kenaikan harga dampak perang di Timur Tengah, Selasa (7/4). Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kenaikan harga minyak bumi global mulai membayangi industri petrokimia dalam negeri. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga kemasan plastik yang berujung pada naiknya harga produk pangan dan minuman di masyarakat.

Menanggapi fenomena ini, pakar Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Rochmadi menawarkan sejumlah solusi strategis, mulai dari diversifikasi bahan baku hingga pemanfaatan biomassa.

Sebagai negara net importer minyak bumi, Indonesia sangat rentan terhadap fluktuasi harga nafta fraksi minyak bumi yang menjadi bahan baku utama pembuatan plastik jenis polyethylene dan polypropylene.

"Nafta juga dipakai untuk bahan bakar seperti bensin sehingga ada persaingan penggunaan antara kebutuhan energi dan industri petrokimia," ujar Rochmadi di Fakultas Teknik UGM, Senin (11/5).

Menurutnya, kebutuhan Indonesia akan bahan baku petrokimia mencapai jutaan ton per tahun karena plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari kemasan makanan hingga komponen otomotif.

Salah satu solusi teknis yang muncul adalah mengganti nafta dengan LPG (Liquefied Petroleum Gas). Secara kimiawi, LPG yang mengandung rantai hidrokarbon C3 hingga C5 memungkinkan untuk diolah menjadi etilena dan propilena.

Meski demikian, transisi ini bukan tanpa tantangan. Prof Rochmadi mengatakan bahwa perlu modifikasi pabrik yang dirancang untuk nafta. Perlu penyesuaian desain dan alat jika beralih ke LPG.

Selain itu, akan ada biaya tambahan karena perubahan proses produksi tentu akan memakan biaya investasi di awal.

Pakar Teknik Kimia UGM menilai Indonesia bisa memproduksi sendiri plastik dengan bahan baku yang melimpah, yaitu biomassa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |