jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu memperluas akses ke pasar global.
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang berlangsung di Jagoi Babang, Lampung, dan Malang pada April 2026.
Di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, Bea Cukai Jagoi Babang menerima kunjungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang pada 22 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Bea Cukai Jagoi Babang itu membahas penguatan koordinasi untuk meningkatkan aktivitas ekspor impor produk UMKM di Kabupaten Bengkayang.
Pembahasan difokuskan pada pertukaran data ekspor impor UMKM sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih terukur, termasuk pemetaan komoditas unggulan, volume perdagangan, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengakses pasar internasional.
Kedua instansi juga membahas kesiapan UMKM menghadapi pembangunan kompleks Immigration, Customs, Quarantine, and Security (ICQS) di Serikin, Malaysia yang diproyeksikan akan meningkatkan aktivitas perdagangan lintas batas.
Dalam kesempatan terpisah di Lampung di hari yang sama, Kanwil Bea Cukai Sumatra Bagian Barat bersama Bea Cukai Bandar Lampung melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Bea Cukai dan Bank Indonesia membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari fasilitasi perdagangan, edukasi kepabeanan, penguatan akses pembiayaan, hingga digitalisasi UMKM.











































