Atasi Risiko Geoteknik, Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan untuk Tambang Indonesia

1 day ago 26

Atasi Risiko Geoteknik, Teknologi Backfilling Dinilai Cocok Diterapkan untuk Tambang Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Bidang Kajian Mineral Strategis, Mineral Kritis & Hilirisasi Mineral PERHAPI, Muhammad Toha. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) menilai teknologi backfilling atau pengisian kembali lubang tambang sangat cocok diterapkan di industri pertambangan Indonesia.

Metode ini dipandang sebagai solusi teknis dan lingkungan terbaik untuk mengatasi tingginya risiko geoteknik di dalam negeri.

Ketua Bidang Kajian Mineral Strategis, Mineral Kritis & Hilirisasi Mineral PERHAPI, Muhammad Toha, mengungkapkan bahwa kondisi alam Indonesia menjadi tantangan besar bagi metode konvensional.

Fasilitas penyimpanan di permukaan atau Tailing Storage Facility (TSF) konvensional dinilai memiliki risiko tinggi jika diterapkan tanpa perhitungan matang.

“Di Indonesia, yang memiliki curah hujan tinggi dan topografi yang seringkali curam, membangun bendungan tailing raksasa (TSF) memiliki risiko geoteknik yang tinggi,” ujar Muhammad Toha.

Ia menambahkan, penerapan TSF juga membutuhkan cekungan alami yang besar di sekitar kawasan tambang.

Selama ini, metode TSF menjadi pendekatan yang paling umum digunakan untuk menampung tailing atau limbah sisa proses pengolahan mineral.

TSF modern sebenarnya telah dilengkapi standar rekayasa ketat dan pemantauan real-time sehingga banyak yang terbukti beroperasi aman selama puluhan tahun.

PERHAPI menilai teknologi backfilling atau pengisian kembali lubang tambang sangat cocok diterapkan di industri pertambangan Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |