jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Lilik Yusuf Indrajaya terpilih sebagai Chairperson Medicine Information and Digital Health Federasi Asosiasi Farmasi Asia atau Federation of Asian Pharmaceutical Associations periode 2026-2030.
Dalam kepemimpinannya nanti, Lilik menegaskan keselamatan pasien menjadi inti profesi farmasi di Asia.
Menurut dia, tantangan seperti kesalahan pengobatan, obat palsu, hingga kesenjangan informasi kesehatan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
“Keselamatan pasien adalah inti dari profesi farmasi. Apoteker memainkan peran penting memastikan obat digunakan dengan aman, tepat, dan efektif,” ujar Lilik dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan FAPA saat ini memprioritaskan program keselamatan pasien melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan literasi kesehatan masyarakat, penguatan praktik aman di fasilitas pelayanan kesehatan, serta membangun budaya patient safety sejak pendidikan farmasi
Pemilihan dilakukan melalui voting online pada 2-3 Mei 2026 dan diumumkan pada 10 Mei 2026 kemarin.
Dalam pemilihan tersebut, Lilik memperoleh dukungan penuh dari 24 negara anggota FAPA di kawasan Asia dengan raihan suara 100 persen.
Jabatan tersebut bukan kali pertama diemban Lilik. Pada periode 2022-2026, ia juga menjabat Chairperson Medicine and Health Information FAPA usai mengalahkan apoteker senior asal Filipina, Leonila Ocampo, dengan perolehan 67 persen suara.











































