jpnn.com, JAKARTA - Menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia hari ini memang butuh napas panjang.
Di atas kertas, peran mereka sangat besar: menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang lebih dari separuh PDB kita.
Namun di lapangan, cerita perjuangannya tak seindah angka-angka tersebut.
Bagi 27 juta UMKM yang sudah mencoba mengadu nasib secara digital, tantangan baru justru muncul saat toko berhasil dibuka.
Potongan komisi marketplace yang mencapai 10 hingga 18 persen per transaksi—belum termasuk biaya iklan—perlahan menggerogoti margin keuntungan yang tak seberapa.
Di tengah himpitan biaya administrasi yang terus naik, bertahan hidup menjadi prestasi tersendiri.
Melihat realita itu, NEO rheumacyl memilih untuk tidak sekadar melempar slogan "Terus Bergerak, Saat Menyerah Bukan Pilihan".
Melalui program CSR NEO rheumacyl Peduli UMKM yang kini memasuki tahun ke-7, mereka mengulurkan tangan secara nyata lewat dukungan dana Rp1 miliar dan akses pasar digital yang ramah kantong.
















































