jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai kabar Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang bakal mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal menguntungkan parpol berlambang gajah itu secara elektoral.
"Jika Jokowi itu magnet, PSI saat ini sedang berusaha menempatkan diri sebagai logam yang paling dekat dengan medan tarik tersebut, di situlah potensi keuntungan elektoral PSI berada," kata dia melalui layanan pesan, Senin (15/6).
Dia mengatakan jaket bukan sekadar pakaian dalam politik, melainkan sikap politik yang akan ditempuh tokoh.
Arifki memandang publik akan menilai PSI kini sebagai tempat berlabuh Jokowi ketika eks Gubernur Jakarta itu memakai jaket partai pimpinan Kaesang Pangarep.
"Ketika Jokowi memakai jaket PSI, publik melihat itu sebagai pesan bahwa kapal politik Jokowi sedang merapat ke dermaga baru," ujarnya.
Arifki menganggap langkah Jokowi memakai jaket PSI yang menjadi pertanda merapat ke partai tersebut bakal menghadirkan tantangan serius bagi PDIP.
Menurut dia, masalah terbesar PDIP hari ini bukan kehilangan Jokowi sebagai kader, melainkan potensi kecolongan pemilih yang selama ini memilih PDIP karena Jokowi.
"Ketika figur dan partai berjalan ke arah yang berbeda, sebagian pemilih biasanya akan mengikuti figur," ungkap pengamat politik itu.







































