jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam BEM SI Jabar menggelar demo pada Jumat (11/9/2026) dengan tajuk 'Indonesia Gawat Darurat'.
Dari pantauan, terlihat mereka terlebih dahulu berkumpul di Kampus ITB dan sempat berorasi sesaat di Taman Kubus yang letaknya di depan kampus. Lalu, mereka bergerak berjalan kaki ke Simpang Jalan Dago-Cikapayang.
Di sana mereka berkumpul membentuk lingkaran dan secara bergantian menyampaikan orasi. Terlihat, polisi dan TNI melakukan penjagaan. Situasi arus lalu lintas terpantau sedikit tersendat karena demo tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, massa menuntut agar pemerintah segera menyelesaikan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia dan menghentikan terlebih dahulu berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terpuruknya kesejahteraan masyarakat dalam ekonomi yang seharusnya bertumbuh, sedangkan anggaran negara semakin terjepit oleh belanja yang besar untuk program-program populis," tulis rilis yang diterima dari massa.
Akibat terus dipaksakan, mereka menilai program prioritas yang digagas Presiden Prabowo Subianto, jadi melenceng dari tujuan awalnya dan justru membuat pemborosan anggaran.
"Langkah penanganan yang tidak menyelesaikan akar masalah, koordinasi yang lelet, dan keputusan yang dibuat semena-mena merupakan pola kebijakan yang berulang di Indonesia. Dalam keadaan seperti ini, diam tidak lagi menjadi opsi," ucap dia. (mcr27/jpnn)
Berikut ini tiga poin tuntutan yang disampaikan demo tersebut:














































