jpnn.com, JAKARTA - Penerbitan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar oleh Danantara Investment Management mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.
Langkah tersebut dinilai menjadi indikator kuat masih tingginya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi, mengatakan tingginya permintaan investor internasional terhadap obligasi Danantara menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut dia, keberhasilan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa investor mulai meninggalkan pasar Indonesia karena kondisi ekonomi yang dinilai kurang prospektif.
"Keberhasilan penerbitan obligasi global Danantara menunjukkan bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia tetap kuat. Ini sekaligus membantah narasi 'Sell Indonesia'. Yang terjadi justru sebaliknya, dunia sedang menunjukkan sikap 'Buy Indonesia'," kata Iswadi di Jakarta, Rabu (17/6).
Danantara Investment Management menerbitkan obligasi global dalam dua tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun, masing-masing senilai 750 juta dolar AS.
Instrumen tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 5,35 persen untuk tenor lima tahun dan 5,95 persen untuk tenor 10 tahun.
Penerbitan obligasi itu memperoleh sambutan positif dari pasar dengan nilai pemesanan mencapai USD 4,6 miliar atau mengalami oversubscription lebih dari tiga kali dibandingkan target awal sebesar USD 1 miliar.








































