jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih terus menangani dampak psikologis dan operasional pascapenutupan Daycare Little Aresha di Sorosutan. Fokus utama saat ini adalah memastikan anak-anak korban mendapatkan tempat penitipan baru yang aman sekaligus mendampingi pemulihan mental orang tua.
Hingga saat ini, 88 anak telah dipindahkan ke lokasi penitipan baru. Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan 39 titik transisi, yang terdiri dari Tempat Penitipan Anak (TPA) dan Kelompok Bermain (KB) resmi di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
Guna meringankan beban ekonomi keluarga terdampak, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Yogyakarta Retnaningtyas menegaskan bahwa seluruh biaya penitipan akan ditanggung pemerintah.
"Anak-anak kami pindahkan ke 39 lokasi lainnya, baik di TPA atau KB di Kota Yogyakarta. Nanti akan dibiayai oleh pemerintah kota selama dua bulan, yaitu Mei dan Juni," katanya.
Meski proses transisi sudah berjalan sejak satu pekan lalu, beberapa orang tua dilaporkan masih memilih untuk merawat anak mereka secara mandiri di rumah guna memantau perkembangan sang buah hati secara langsung.
Langkah pemulihan tidak hanya menyasar fisik dan mental anak. Pemkot Yogyakarta menggandeng 94 psikolog dari berbagai lembaga, seperti UPT PPA, Puskesmas, Ikatan Psikolog Klinis & Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), serta psikolog dari berbagai rumah sakit lainnya.
Selain pendampingan untuk anak, para psikolog ini memberikan psikoedukasi khusus bagi orang tua.
Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa bersalah dan trauma yang mungkin menghantui para orang tua setelah kejadian di Little Aresha.








































