jpnn.com, JAKARTA - Pengembang gim asal Indonesia, Agate, bersama studio gim asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Red Dunes Games, resmi meluncurkan Port of Jumanah secara global.
Gim aksi roguelite tersebut kini tersedia untuk PC melalui Steam dan Epic Games Store, serta PlayStation 5 (PS5) melalui PlayStation Store.
Port of Jumanah dikembangkan selama sekitar 18 bulan oleh tim inti yang beranggotakan tidak lebih dari 20 orang di Abu Dhabi dan Bandung.
Dalam proses pengembangannya, Agate turut melibatkan lebih dari 60 talenta Indonesia dari berbagai bidang, mulai dari desain, programming, art, audio, quality assurance (QA), hingga marketing.
Kolaborasi tersebut mempertemukan pengembangan konsep dan konteks budaya dari kawasan Teluk Arab dengan pengalaman produksi gim dari Indonesia.
“Kami ingin memadukan eksplorasi, pertarungan, dan perkembangan cerita dalam satu perjalanan yang utuh. Setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi yang berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap,” ungkap Shandhi Sayogo, Game Director di Agate.
Port of Jumanah terinspirasi dari sejarah panjang tradisi penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab yang telah berlangsung lebih dari 7.000 tahun silam. Unsur itu kemudian diterjemahkan ke dalam desain lingkungan, karakter, narasi, hingga mekanik permainan.
Dalam gim tersebut, pemain berperan sebagai Mansour, seorang penyelam yang mencari mutiara, menghadapi berbagai makhluk laut, serta mengumpulkan perlengkapan dan sumber daya untuk secara bertahap memulihkan Pelabuhan Jumanah.

















































