jpnn.com - KUDUS - Sebanyak 118 siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, menjalani perawatan di tujuh rumah sakit, lantaran diduga keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari di Kabupaten Kudus pun segera menyampaikan permohonan maaf atas dugaan keracunan yang menghebohkan tersebut.
"Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak," kata Kepala SPPG Purwosari Nasihul Umam menanggapi banyaknya siswa yang menjalani perawatan karena mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus, Kamis (29/1).
RS yang merawat, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.
Nasihul pun meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Dia menjelaskan, kejadian bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami diare, bahkan satu di antaranya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Saya ditelepon pihak PIC (Person in Charge) atau penanggung jawab MBG sekolah SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare, ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah," ujarnya.













































