118 Siswa dan Guru SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

6 days ago 31

118 Siswa dan Guru SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sejumlah pelajar dari SMAN 2 Kudus berbaring di IGD RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, untuk menjalani perawatan karena mengalami perut mual, muntah, dan kepala pusing, Kamis (29/1). Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif/Antara

jpnn.com - KUDUS - Sebanyak 118 siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, menjalani perawatan di tujuh rumah sakit, lantaran diduga keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari di Kabupaten Kudus pun segera menyampaikan permohonan maaf atas dugaan keracunan yang menghebohkan tersebut.

"Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak," kata Kepala SPPG Purwosari Nasihul Umam menanggapi banyaknya siswa yang menjalani perawatan karena mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus, Kamis (29/1).

RS yang merawat, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.

Nasihul pun meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Dia menjelaskan, kejadian bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami diare, bahkan satu di antaranya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Saya ditelepon pihak PIC (Person in Charge) atau penanggung jawab MBG sekolah SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare, ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah," ujarnya.

Menu MBG yang dikonsumsi di SMAN 2 Kudus saat itu, yakni soto ayam suwir, tempe, dan tauge.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |