jpnn.com, BEIJING - Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi ada sejumlah warga negara Tiongkok yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.
"Sejauh yang saya ketahui, terdapat beberapa warga negara China yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.
Berdasarkan keterangan Kementerian Pariwisata, pemerintah sedang melakukan penanganan terhadap wisatawan yang berada di kawasan destinasi wisata super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama) dan terdampak gempa.
Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian sementara layanan pelayaran dipulangkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan layanan pelayaran. Mereka semua sudah tiba dengan selamat di Labuan Bajo.
"Pihak konsuler China di Denpasar telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk memberikan perlindungan dan bantuan konsuler kepada warga negara China yang terdampak dan terluka akibat gempa bumi tersebut," tambah Lin Jian.
Lin Jian pun menyebut pemerintah China terus mengikuti perkembangan bencana gempa tersebut.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa akibat gempa bumi tersebut serta simpati yang tulus kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mereka yang mengalami luka-luka. China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," tambah Lin Jian.
Sebelumnya dilaporkan dua turis China yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, terluka akibat gempa. Keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.









































