jateng.jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyebut pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen pada semester I 2026. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,45 persen.
Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Jateng.
Luthfi mengatakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program pembangunan infrastruktur serta pemenuhan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan merupakan bagian dari upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Luthfi seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Lapangan Pancasila, Simpangl Lma, Kota Semarang, Senin (17/8).
Pada semester I 2026, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp 59,94 triliun. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sekitar 213 ribu orang.
Sejalan dengan capaian tersebut, angka kemiskinan di Jateng pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat 4,24 persen. Angka tersebut turun 0,09 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 4,33 persen.






































