jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik senilai Rp985,8 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam membantu penanganan bencana di NTT.
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu,” kata Khofifah, Senin (17/8).
Menurut dia, penanganan bencana membutuhkan gerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8). Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta unsur potensi pencarian dan pertolongan.
Satu personel lainnya berasal dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk mendukung pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.
Selain tim pencarian dan pertolongan, Pemprov Jatim juga mengirimkan tim kesehatan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya. Tim tersebut terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat. Mereka juga membawa obat-obatan serta peralatan medis.






































