Jiwa Bima Dalam Penegakan Hukum Pemilu

2 hours ago 16

Oleh: Benny Sabdo - Anggota Bawaslu DKI Jakarta & Pengasuh Konsolidasi Demokrasi: Kelas MT Haryono 52

Jiwa Bima Dalam Penegakan Hukum Pemilu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Bawaslu DKI Jakarta & Pengasuh Konsolidasi Demokrasi: Kelas MT Haryono 52, Benny Sabdo. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Pemilu adalah perayaan kedaulatan rakyat. Pemilu juga arena pertarungan kapital dan kekuasaan bertemu.

Dalam praktiknya, pelanggaran pemilu, dari politik uang, politisasi birokrasi, hingga penyalahgunaan fasilitas negara kerap terjadi secara kasat mata.

Sayangnya, respons dari lembaga penegak hukum pemilu sering antiklimaks.

Lembaga penegak hukum pemilu kini seolah kehilangan “Kuku Pancanaka”, senjata pamungkas Bima.

Bima mengajarkan kepada kita bahwa dalam menegakkan kebenaran, keraguan adalah bentuk pengkhianatan.

Ia tidak peduli seberapa besar atau sakti musuh yang dihadapinya; selama pihak lawan berada di jalan batil, ia akan maju tanpa gentar.

Menghadirkan jiwa Bima di era modern menjadi sangat relevan.

Ketegasan seorang penegak hukum pemilu harus termanifestasikan dalam bentuk progresivitas hukum—keberanian intelektual dan moral untuk menembus kebekuan aturan formal demi menegakkan keadilan substantif.

Pemilu adalah perayaan kedaulatan rakyat. Pemilu juga arena pertarungan kapital dan kekuasaan bertemu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |