Wamendikdasmen Ungkap Penyebab Siswa SD Ngada Bunuh Diri Masalahnya Kompleks

1 week ago 39

Wamendikdasmen Ungkap Penyebab Siswa SD Ngada Bunuh Diri Masalahnya Kompleks

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat ditemui saat meninjau ke SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat (6/2/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan YBR, murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, yang meninggal bunuh diri karena tekanan finansial merupakan peserta Program Indonesia Pintar (PIP).

Dia menyebutkan dana PIP almarhum sudah cair sejak tahun 2025.

"Anak yang bersangkutan terdaftar penerima PIP, oke, clear ya. Di sekolah yang bersangkutan ada 72 anak penerima PIP, termasuk almarhum, anak yang bersangkutan," kata Fajar saat meninjau SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, dana PIP almarhum sudah cair pada November 2025. Penggunaan dana itu pun diperuntukkan seragam, sepatu, buku, alat tulis, dan keperluan sekolah lainnya.

Namun begitu, Wamen Fajar menuturkan penyebab almarhum bunuh diri sangat kompleks. Sebab hal itu terkait permasalahan psikologis, emosional, dan ekonomi serta hubungan sosial di lingkungannya.

"Anak usia 10 tahun itu sebenarnya nggak tahu arti bunuh diri. Mungkin dengan cara itu dia berpikir masalah akan selesai. Kan dia belum mengerti, belum sadar sebenarnya. Jadi ini hal-hal yang mungkin harus kita pahami," tuturnya.

Fajar mengatakan, kementerian bakal melakukan intervensi jangka panjang mulai dari memperkuat kembali peran guru bimbingan konseling di sekolah. Selain itu, meregulasi peran UKS dan mengaktifkan guru wali.

"Guru di sekolah yang mendeteksi pertama kalau ada masalah psikologis dengan anak-anaknya itu. Ini yang sedang kami perkuat dan baru berjalan tahun 2025. Mudah-mudahan ke depan kasus-kasus macam ini bisa ditekan," ungkapnya.

Begini penjelasan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq soal murid SD di Ngada, NTT, yang meninggal bunuh diri karena tak mampu beli pena dan buku.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |