jpnn.com, YOGYAKARTA - Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan oleh lima pemuda asal Magelang untuk meluncurkan aplikasi SIPAGI (Sistem Pemantauan Gizi Berbasis AI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) itu diklaim mampu mendeteksi dan menganalisis kandungan nutrisi makanan secara real-time melalui pemindaian kamera.
Sistem itu juga terintegrasi dengan data komposisi pangan Indonesia, sehingga dapat memberikan informasi gizi secara cepat dan akurat.
Inovasi itu digagas oleh lima pemuda yang menamakan diri “Magelang Avengers”, yakni Aria Ganna Henryanto dosen entrepreneurship di Universitas Ciputra & alumnus FEB UGM, Marchel Adrian Shevchenko founder Data Sorcerers & kandidat doktor di MIT (Amerika Serikat).
Kemudian, Yohanes Santoso, CEO Alesco Group & alumnus Universitas Ciputra, Muhammad Rezza, peneliti kebijakan publik di Merti Tidar Berdaya & alumnus FISIPOL UGM, dan James Santoso, wirausahawan muda di bidang kuliner.
Marchel Adrian Shevchenko mengatakan keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang untuk melahirkan inovasi.
“Magelang mungkin kota kecil, tetapi gagasan tidak pernah mengenal batas geografis. Hal ini menjadi semangat yang menyatukan kami,” ujar Marchel, Sabtu (2/5).
Dia menambahkan inovasi tidak harus lahir dari kota besar atau pusat kekuasaan.










































