jpnn.com, JAKARTA - Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak lagi mengandalkan penindakan di jalan raya memasuki arus mudik Lebaran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah/2026.
Kini, sekelompok Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memilih cara persuasif yakni menyapa, mengedukasi sekaligus berbagi dengan para pengemudi ojek online (ojol) dan pengguna jalan di ruas Jalan Raya Arteri Daan Mogot, Jakarta Barat.
Taruna Akpol dari angkatan 58, 59, dan 60 itu menggelar penyuluhan keselamatan berlalu lintas yang dikemas dalam kegiatan “Mudik Aman”.
Aksi ini menjadi potret bagaimana upaya preventif mulai diperkuat untuk menekan potensi kecelakaan selama musim mudik yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat.
“Taruna Akademi Kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara saat mudik, serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas,” kata Brigadir Kepala Taruna (BKT) Tribrata Putra Sambo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3).
Menurut dia, kesadaran berlalu lintas menjadi faktor kunci yang kerap diabaikan di tengah euforia mudik.
Padahal, kata dia, kepadatan kendaraan, kelelahan pengemudi hingga kondisi jalan yang dinamis kerap menjadi pemicu utama kecelakaan.
“Kepatuhan sederhana seperti penggunaan helm standar, menjaga jarak aman, hingga tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah dapat secara signifikan menurunkan risiko fatalitas di jalan,” ujarnya.











































