jpnn.com - BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyoroti kondisi warga yang berada dalam transisi desil 5 ke desil 6.
Kelompok tersebut dinilai rentan kehilangan akses bantuan meski kondisi ekonominya belum sepenuhnya mapan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, persoalan desil 5-6 menjadi perhatian Pemkot Bandung di tengah penerapan kebijakan pemerintah terkait pemberian subsidi dan bantuan sosial.
"Kalau desil 9-10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau desil 5 ke desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Ia menyebut persoalan desil 9 dan 10 memang penting untuk dicermati terkait penerapan aturan penggunaan BBM subsidi.
Namun, Pemkot Bandung melihat bahwa warga yang mengalami perubahan status dari desil 5 menjadi desil 6 dinilai lebih rentan.
Desil 9 dan 10 merupakan kelompok yang dianggap sudah mampu dan memiliki pendapatan tetap sehingga tidak lagi dapat menikmati sejumlah subsidi, termasuk subsidi BBM.
Desil 5 adalah kelompok masyarakat dengan ekonomi pas-pasan. Desil 6 adalah awal kategori masyarakat kelas menengah yang dianggap sudah mandiri dan mapan.









































