jpnn.com, JAKARTA - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak boleh berakhir hanya dengan pembangunan kembali. Penyebab kebakaran harus diungkap secara profesional dan berbasis bukti.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS Saadiah Uluputty meminta aparat mengusut tuntas penyebab kebakaran yang berdampak pada ratusan bangunan dan warga di kawasan permukiman adat Suku Sasak tersebut.
“Saya meminta penyebab kebakaran Desa Adat Sade diusut tuntas. Jangan sampai api padam, tetapi pertanyaan masyarakat tidak terjawab,” kata Saadiah, Senin (24/8).
Menurut Saadiah, Sade memiliki nilai lebih dari sekadar kawasan permukiman. Desa adat tersebut merupakan bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Sasak yang harus dilindungi.
“Yang terbakar bukan hanya bangunan, tetapi juga sejarah dan warisan budaya. Negara harus hadir,” tegasnya.
Polisi saat ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis. Petugas mengumpulkan barang bukti, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan dari saksi dan warga terdampak.
Saadiah meminta penyelidikan dilakukan secara transparan dan objektif. Pemeriksaan laboratorium forensik juga perlu ditempuh jika dibutuhkan untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Jangan terburu-buru menyimpulkan. Faktor kelistrikan, kelalaian, atau penyebab lain harus dibuktikan melalui penyelidikan profesional,” ujarnya.









































