jpnn.com - MENJADI kaya raya di usia muda mungkin adalah impian hampir semua orang. Namun, kemewahan dan kesuksesan bisa menjadi kutukan.
Co-Founder Akademi Crypto Timothy Ronald blak-blakan menceritakan realita pahit di balik kesuksesan finansial yang diraihnya saat masih belia.
"Karena kekayaan instan tanpa kematangan mental bisa menjadi beban yang berat jika tidak dikelola dengan bijak," katanya, Sabtu (10/1).
Salah satu tantangan terbesar yang dirasakan Timothy adalah sulitnya membedakan ketulusan orang-orang di sekitarnya. Ia mengaku banyak orang dari masa lalunya yang tiba-tiba mendekat setelah dirinya sukses.
"Orang yang dahulunya saya kira jauh, itu mendekat. Mereka datang bukan karena peduli, tetapi karena melihat peluang. Di saat seperti itu, saya bertanya, siapa yang sebenarnya datang karena peduli dan siapa karena uang," ujarnya.
Di sisi lain, Timothy menyebutkan, bahwa menjadi kaya di usia muda juga menuntut kedewasaan yang melampaui usia aslinya.
Dia menceritakan bagaimana harus memimpin perusahaan dengan lebih dari seratus karyawan di saat rekan-rekan seusianya mungkin masih fokus belajar atau bermain.
Berkat kegigihan dan kerja keras, perusahaannya bahkan sempat dinobatkan sebagai salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia versi LinkedIn. Pencapaian ini tidak datang gratis, melainkan melalui pengorbanan besar.














































