jatim.jpnn.com, MALANG - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyiapkan langkah pemulihan ekosistem kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Pemulihan akan dilakukan melalui dua skema, yakni membiarkan proses suksesi alami berlangsung dan melakukan penanaman kembali atau reboisasi.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan pelaksanaan pemulihan ekosistem akan menyesuaikan hasil pendataan kondisi lapangan setelah kebakaran.
"Pertama, menjaga hutan supaya bisa melakukan suksesi atau pemulihan alami dan kedua reboisasi, termasuk bagaimana habitat flora serta fauna terjaga. Tentu sebelum pemulihan ada pendataan lapangan untuk mengetahui kondisinya seperti apa," kata Agustiningtyas saat dikonfirmasi dari Kota Malang, Senin (24/8).
Pihaknya belum dapat memastikan kapan proses pemulihan ekosistem tersebut dimulai. Pasalnya, penanganan pascakebakaran masih berlangsung meskipun api utama di kawasan terdampak telah berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8).
Total luas kawasan Tahura Raden Soerjo yang terdampak kebakaran mencapai 146,8 hektare. Lokasi kebakaran berada di wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Kecamatan Prigen.
Agustiningtyas mengatakan penyebab kebakaran hingga kini juga belum dapat dipastikan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan sekaligus evaluasi kondisi kawasan terdampak. Pengecekan dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan benar-benar aman.
"Iya betul, pengecekan dan pengamanan, termasuk menyisir," ujarnya.
Menurut Agustiningtyas, penyisiran dilakukan secara masif di area bekas kebakaran. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada lagi sumber api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.






































