Budi Arie Singgung Percepatan Pemilu Sebelum 2029, Kang TB: Hati-Hati

1 hour ago 15

 Hati-Hati

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (Kang TB) di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Aristo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta semua pihak berhati-hati memakai istilah percepatan pemilu karena konsep demikian lebih dikenal dalam sistem perlementer.

Hal demikian dikatakan dia menyikapi pernyataan Ketua Umum ProJo Budi Arie Setiadi soal percepatan pemilu dari jadwal semula pada 2029.

“Intinya, penggunaan istilah ‘pemilu dipercepat’ harus hati-hati," kata dia melalui layanan pesan, Rabu (26/8).

Kang TB sapaan TB Hasanuddin menyebutkan pemilu dapat dipercepat dalam sistem parlementer ketika mayoritas partai di parlemen tidak mendukung pemerintah, semisal melalui mosi tak percaya.

Kang TB mengatakan percepatan pemilu pada akhirnya dilakukan sebagai upaya membentuk pemerintahan baru.

Namun, dia mengingatkan bahwa sistem politik di Indonesia menganut presidensial, sehingga tak dikenal mosi tidak percaya.

"Dalam sistem presidensial yang dijalankan negara kita, pemakzulan presiden merupakan proses panjang, baik secara politik maupun hukum," kata Kang TB.

Dia mengatakan pemakzulan presiden dalam sistem preidensial memiliki mekanisme yang harus didasarkan alasan konstitusional serta melalui prosedur hukum dan politik.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengingatkan perubahan pemerintahan di luar mekanisme konstitusional bisa merusak stabilitas nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |