Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Alarm Krisis Generasi Emas Indonesia

7 hours ago 18

 Alarm Krisis Generasi Emas Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti tingginya jumlah perokok anak di Indonesia. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan upaya menekan jumlah anak merokok membutuhkan langkah nyata bersama yang terukur, dimulai dari lingkungan keluarga.

"Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7).

Dia menyampaikan data Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation mengungkap sepanjang 2025 tercatat 2,03 juta anak remaja di Indonesia menghabiskan Rp 4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok.

"Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi alarm krisis yang mengancam masa depan generasi Indonesia Emas 2045," ujar Lestari.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi perokok usia 10-18 tahun tercatat 7,4 persen.

Menurut Rerie yang akrab disapa, angka itu masih lebih tinggi daripada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029 sebesar 5,4 persen.

"Catatan ini harus segera ditindaklanjuti bersama semua pihak dengan langkah nyata, agar target yang telah ditetapkan benar-benar bisa direalisasikan," tegas Anggota Komisi X DPR itu.

Rerie menilai sejumlah upaya teknis yang dilakukan pemerintah untuk mencegah dan menekan penjualan rokok ke anak dan remaja, patut diapresiasi.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti tingginya jumlah perokok anak di Indonesia, begini kalimatnya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |