jogja.jpnn.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) bakal mempercepat distribusi bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Program ini ditargetkan rampung tepat pada hari pertama masuk sekolah atau pertengahan Juli mendatang.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan bahwa bantuan ini ditujukan khusus bagi siswa baru kelas I jenjang SD/MI dan kelas VII jenjang SMP/MTs, baik di sekolah negeri maupun swasta.
"Tahun ini program hanya diperuntukkan bagi siswa baru kelas I SD/MI dan kelas VII SMP/MTs. Untuk jenjang TK/PAUD, saat ini belum mendapatkan bantuan tersebut," ujar Nugroho saat dikonfirmasi di Bantul, Senin (7/7).
Nugroho menambahkan bantuan yang diberikan berupa kain seragam. Nantinya, proses penjahitan diserahkan kepada orang tua atau wali murid secara mandiri.
Saat ini, Disdikpora sedang melakukan penghitungan jumlah kain yang dibutuhkan berdasarkan data siswa baru yang telah melakukan daftar ulang.
"Proses pengadaan kain saat ini masih berlangsung. Kami berupaya keras agar seluruh bantuan sudah siap didistribusikan bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar pada pertengahan Juli," tegasnya.
Larangan Keras Penjualan Seragam di Sekolah
Di tengah upaya penyaluran bantuan tersebut, Disdikpora Bantul mengeluarkan kebijakan tegas terkait praktik jual-beli atribut sekolah.
Nugroho menegaskan bahwa pihak sekolah maupun komite sekolah dilarang keras menjual seragam atau bahan seragam kepada peserta didik.




































