Krisis Iklim Kian Nyata, Indonesia di Ambang Ancaman Pemanasan Global

3 hours ago 16

Selasa, 07 Juli 2026 – 10:15 WIB

Krisis Iklim Kian Nyata, Indonesia di Ambang Ancaman Pemanasan Global - JPNN.com Jogja

Kekeringan karena kemarau dan pemanasan global. Foto: Antara/Edit by ChatGPT

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ancaman perubahan iklim kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang kian mendesak bagi Indonesia. Menyusul catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan periode 2023–2025 sebagai tiga tahun terpanas dalam sejarah modern, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan keras bahwa suhu rata-rata global pada 2026–2030 diprediksi akan melonjak hingga 1,3–1,9 derajat Celcius di atas level pra-industri.

Kondisi ini memicu alarm bahaya bagi ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem.

Dosen Departemen Geografi Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Emilya Nurjani menegaskan bahwa Indonesia telah masuk ke dalam fase krisis iklim.

Menurutnya, situasi saat ini menuntut penanganan yang cepat dan terintegrasi karena dampaknya telah mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat secara luas.

"Kenaikan suhu bumi yang terus berlangsung menjadi bukti bahwa berbagai upaya pengurangan emisi karbon dunia selama satu dekade terakhir—sejak kesepakatan Paris Agreement 2015—belum mampu menekan laju pemanasan global secara signifikan," ujar Emilya, Senin (6/7).

Dampak dari peningkatan suhu udara ini bersifat sistemik. Emilya memaparkan beberapa poin kritis yang kini dihadapi Indonesia.

Di sektor pertanian, perubahan pola hujan yang tidak menentu mengacaukan jadwal tanam, memicu gagal panen, serta meningkatkan serangan hama yang berujung pada penurunan produktivitas pangan.

Peningkatan suhu mempercepat penguapan yang memicu kelangkaan air sekaligus meningkatkan risiko kekeringan yang berkepanjangan.

Dosen UGM mengingatkan pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi pemanasan global akibat kerisis iklim yang kian nyata.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |