Hasto Tebar 10 Ribu Ikan di Ultah ke-60, Tiru Ajaran Megawati Rawat Pertiwi

3 hours ago 16

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menabur 10 ribu bibit ikan di bantaran sungai Polder Kalimati, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (7/7). Foto: PDIP

jpnn.com, BEKASI - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menabur 10 ribu bibit ikan di bantaran sungai Polder Kalimati, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa pagi (7/7). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dilakukan dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke-60 sekaligus menjadi tradisi tahunan untuk merawat lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Hasto didampingi oleh Ketua DPC PDIP Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, serta sejumlah satuan tugas partai. Ia mengawali acara dengan doa dan kontemplasi bagi kelestarian alam raya.

Hasto menjelaskan bahwa tradisi menebar ikan ini merupakan bagian dari kultur kepartaian yang diajarkan oleh Bung Karno dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan ekspedisi pendakian Gunung Kerinci yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 lalu dalam rangka Bulan Bung Karno.

“Ketika memutuskan pada tanggal 20 Juli kemarin kami naik Gunung Kerinci, itu sebenarnya membawa spirit Bung Karno dan Ibu Megawati untuk memperkuat kultur merawat pertiwi. Dari Gunung Kerinci kami gelorakan semangat mencintai pertiwi dengan menjaga ekosistem hutan dan lingkungan, agar tidak terkonversi menjadi lahan perkebunan sawit. Menanam pohon, dan menjaga kehidupan sungai, danau, dan menyelamatkan mata air, termasuk menebar benih ikan menjadi bagian dari spiritualitas partai di dalam merawat kehidupan,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, kegiatan serupa sudah ia jalankan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti di Hutan Kota Munjul dan Waduk Jatiluhur. Namun, tradisi ini sempat terputus pada tahun lalu karena Hasto berada dalam masa tahanan. Meski demikian, ia tetap menjalankan aktivitas merawat lingkungan di dalam rutan dengan merawat ikan dan memupuk tanaman menggunakan kulit kacang yang kaya kandungan kalium.

Dia berharap tradisi menebar benih ikan ini dapat menjadi budaya kolektif dalam merawat lingkungan, sebagaimana yang selalu digelorakan oleh Megawati Soekarnoputri. Hasto menyoroti bahwa selama ini sungai kerap dijadikan halaman belakang dan tempat pembuangan sampah, padahal seharusnya menjadi bagian penting dari tata kota yang bersih dan sehat.

Setelah penebaran ikan, Hasto bersama Tri Adhianto, istrinya M, dan sejumlah kader partai menikmati bubur kacang hijau, bubur ayam, serta aneka rebusan seperti jagung, kacang, edamame, dan umbi-umbian.

Sementara itu, Tri Adhianto menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalankan pesan Ketua Umum Partai untuk melakukan penataan ruang yang ramah lingkungan. “Kota Bekasi saya giatkan membangun banyak taman-taman Kota. Kami juga menciptakan ruang rekreasi dan olahraga. Setiap tahun minimal dibangun 56 taman, dimulai dari setiap kelurahan dengan melibatkan partisipasi warga,” ujar Tri.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menebar 10 ribu bibit ikan di Sungai Bekasi sebagai tradisi merawat lingkungan saat ultah ke-60.

Read Entire Article
| | | |