jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas gugurnya tiga anggota Kepolisian RI (Polri) saat melakukan operasi pengungkapan peredaran Narkoba di Kalimantan Tengah.
Menurut Sultan, gugurnya tiga anggota Polri tersebut menjadi bukti serius negara melalui Kepolisian dalam agenda pemberantasan Narkoba.
"Atas nama lembaga DPD RI, kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada institusi Polri dan keluarga atas gugurnya ketiga anggota Polisi. Saya kira mereka pantas mendapatkan penghormatan dan penghargaan sebagai pejuang Indonesia Emas," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (7/7).
Lebih lanjut, mantan aktivis KNPI itu mengatakan bahwa narkoba adalah ancaman serius terhadap institusi keamanan Negara dan tentunya mengancam agenda pembangunan manusia Generasi bangsa.
"Para pelaku bandar dan pengedar narkoba adalah pelaku kejahatan luar biasa yang perlu ditanggulangi dengan pendekatan operasi yang lebih sistematis, terencana dan terorganisir," tegas Sultan.
Dengan peristiwa gugurnya tiga anggota Kepolisian ini, Sultan mendorong Polri dan BNN perlu memperkuat operasi penanggulangan kejahatan Narkoba skala penuh dengan melibatkan pasukan elit Polri seperti Brimob dan Densus 88.
"Penumpasan terhadap kejahatan Narkoba harus ditetapkan sebagai agenda prioritas keamanan Nasional. Karena Prevalensi penyalahgunaan Narkoba Indonesia sudah mencapai titik kritis," tutupnya.
Data BNN pada December 2025 menunjukan bahwa tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,11% atau setara dengan 4,15 juta penduduk pada usia produktif (15-64 tahun).







































