jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Arifki Chaniago menangkap fenomena perbedaan sikap antara konstituen partai dan parpol menyikapi wacana pilkada via DPRD.
Arifki mengatakan mayoritas konstituen partai parlemen sebenarnya menolak wacana pilkada melalui DPRD. Hal itu seperti tertuang dalam temuan teranyar LSI Denny JA.
"Artinya saya yang pertama mau menyebut bahwa terjadi split ticket voting atau misalnya pilihan politik yang dimiliki masyarakat berbeda dengan elitenya," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (10/1).
Diketahui, LSI Denny JA menyatakan konstituen pemilih partai seperti Golkar, Gerindra, PKB, PDIP, PKS, Demokrat, hingga NasDem menolak wacana pilkada melalui DPRD.
Sementara itu, data survei yang sama menyatakan konstituen PAN terbelah rata menyikapi wacana pilkada melalui DPRD. Setengah setuju dan sisanya menolak.
Namun, partai seperti Golkar, Gerindra, PKB, Demokrat, dan NasDem malah menyetujui wacana pilkada melalui DPRD.
Arifki menyebutkan konstituen partai pendukung pilkada melalui DPRD bisa kecewa terhadap institusi yang dibela.
"Mereka akan sia-sia menjadi bagian dari parpol," ujar dia.














































