jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Azis Subekti menyebut pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama 22 tahun terakhir terlalu lama diarahkan hanya menjaga stabilitas ketimbang melakukan keberanian struktural.
Dia kemudian mengungkit langkah Indonesia yang membangun jalan dan infrastruktur, tetapi lambat membangun kedaulatan industri.
"Kita mengekspor kekayaan alam, tetapi terlalu lama mengimpor nilai tambah. Kita memuji investasi, tetapi sering lupa bertanya, setelah tambang habis, apa yang tersisa bagi rakyat sekitar," kata Azis melalui keterangan persnya, Selasa (26/5).
Dia melanjutkan stabilitas ekonomi yang selama ini dibanggakan, ternyata tidak cukup untuk mengurai ketimpangan.
Rakyat, kata Azis, tidak hidup dari angka statistik semata, melainkan dari rasa keadilan yang nyata.
?Azis menjabarkan sejumlah ironi yang masih terjadi di berbagai daerah penghasil sumber daya alam (SDA).
Menurutnya, sekolah masih rusak di daerah penghasil batu bara hingga infrastruktur buruk di kawasan tambang strategis.
"Kita seperti bangsa yang perlahan terbiasa melihat kekayaan mengalir keluar, sementara rakyat hanya menerima sisa-sisa manfaatnya," ujar Azis.







































